SAMA dengan BERBEDA

Sungguh disayangkan ketika kebaikan-kebaikan perlahan tampak hilang dan menjelma menjadi sebuah keharusan. Fatal.

Sungguh merugi hubungan yang dibangun dengan kekaguman-kekaguman namun perlahan menjadi balutan kebiasaan lusuh tak menarik. Mati.

Sungguh gagal simpul yang diikat dengan harapan-harapan namun perlahan kalah telak dengan ketakutan, tertatih-tatih merangkak menjelang ajal. Binasa.

Terbawa menjadi keharusan, lusuh dalam kebiasaan dan telak kalah oleh ketakutan. Siapakah yang kebal dan luput?

Mau kemana pelajaran ini dibawa? Kepada siapa kebijaksanaan ini harus dibuktikan? Masih adakah kesempatan?

Enggan untuk mengikat simpul lain, lelah untuk menjelmakan harapan berbeda, mati rasa untuk bisa kembali bercita.

Bukankah pembuktian seharusnya hadir di kelas yang sama? Yang mencoba mula bersama, yang telah saling salah dan mengingatkan. Sehingga mampu sadar, ada pembelajaran disana. Sehingga menghadirkan kembali apresiasi. Sehingga melihat kembali kebaikan bukan sebagai keharusan. Sehingga menyegar kembali dalam kekaguman. Sehingga terikat kembali dalam harapan yang menguatkan.

Rasa yang sama, kebaikan yang sama, kekaguman yang sama, harapan yang sama, berarmada ketangguhan yang berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: